AKB48 mengumumkan pemutusan kontrak anggota generasi ke-19, Mei Hanada, pada akhir Juni lalu. Melalui pernyataan resmi di situs grup, manajemen menjelaskan bahwa Hanada telah berulang kali terlambat menghadiri aktivitas sejak Desember 2025 dengan alasan kondisi kesehatan. Pihak agensi mengaku sempat memprioritaskan pemulihan Hanada dengan memberinya masa hiatus agar dapat fokus menjalani perawatan. Namun, selama proses tersebut, manajemen menemukan adanya komunikasi antara Hanada dan seorang penggemar yang dinilai melanggar aturan grup. Hanada disebut mengklaim hanya bertemu individu tersebut dua kali secara kebetulan. Akan tetapi, hasil wawancara dengan pihak terkait mengindikasikan bahwa pertemuan terjadi lebih dari yang diakui. Karena tidak tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak, AKB48 akhirnya memutuskan untuk mengakhiri kontrak Hanada. Agensi menyebut keputusan ini sebagai pemutusan kontrak anggota pertama dalam sejarah AKB48. (tokyohive)
Berita Lainnya :